Minggu, 19 Juni 2011

Derita TKW Indonesia

Indonesia kembali digegerkan dengan munculnya berita tentang kekerasan penganiayaan dan kasus kematian yang dialami oleh Tenaga Kerja Wanita (TKW). Isu yang sudah tak sing lagi bagi kita, karena kasus ini marak menghiasi media massa. Kasus-kasus penganiayaan yang terjadi pada TKW yang berada di luar negeri seperti di Malaysia, Arab Saudi, Korea, Libia dsb.

Alasan yang  selalu dilontarkan mendulang rupiah demi rupiah untuk membantu perekonomian keluarga serta buaian kesuksesan menjadi magnet tersendiri yang menarik sebagian besar perempuan  Indonesia untuk bekerja di negeri sebrang sana.

Padahal Indonesia merupakan negeri yang subur, negeri yang kaya raya. Sederet syair lagu “Kolam Susu” yang dipopulerkan oleh Koes Plus yang begitu melegenda merekam betapa kayanya betapa suburnya negeri kita indonesia tercinta ini.

Lagu itu tetap berlalu, tidak dihiraukan para perempuan untuk tetap memilih mengadu nasib bekerja di perantauan, tanpa menghiraukan derita apa yang akan mereka dapatkan. Padahal jika kita mengingat Perempuan bukanlah motor utama penggerak roda perekonomian keluarga melainkan laki-laki yang harus survive demi keluarga, sehingga perempuan sama sekali tidak memiliki kewajiban penuh untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Lantas, siapakah sesungguhnya yang patut disalahkan dalam beragam kasus yang menimpa TKW di luar sana, Pemerintahkah? Negarakah? Atau dirinya pribadi?. Tidak akan kita temukan jawaban siapa yang bersalah dalam masalah ini. Namun, alangkah bijaknya jika pemerintah lebih membenahi masalah urgent ini agar tidak ada lagi korban berikutnya, ada kesadaran pula dari pribadi masing-masing agar tidak memaksakan diri untuk bekerja di luar negeri, juga negara ini dipelihara dan dijaga untuk kehidupan yang makmur dan sejahtera.(Rye^^,)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar